Selasa, 09 Desember 2008

Apakah kita cukup open minded ?

fenomena open minded dan close minded umumnya jarang dibicarakan orang. cuma kali ini saya tertarik membahasnya karena di sekitar kita banyak yang close minded bahkan diri kita sendiri kadang ndak sadar kalau diri kita sebenarnya close minded.

Open minded definisi saya adalah berfikiran terbuka, menerima masukan dari orang lain, menilik faktanya, dan mempertimbangkan dengan logika, kalau memang sesuai dengan logika maka dengan senang hati menerima. Dari definisi yang saya berikan diatas, tidak boleh bersifat parsial. Pada saat kita mengkotak-kotakkan definisi diatas.. mungkin jadinya kita tidak sepenuhnya Open Minded (berfikiran terbuka). Kita ambil contoh sederhana, pada saat ada orang tertentu menjelaskan produk kita, bisa berupa training yang kita berikan, produk yang kita tawarkan, jasa yang merupakan andalan kita, bisa terbayang kalau calon client kita tidak terbuka fikirannya. Belumpun kita menyebutkan jasa / service yang kita berikan, orang orang yang close minded (berfikiran tertutup) akan buru-buru berfikiran negatif, sehingga menfilter informasi berdasarkan asumsi-asumsi yang dia miliki. Hasil akhirnya adalah menolak tanpa pertimbangan yang jelas. Atau produk yang kita tawarkan, sering kali orang orang yang berfikiran tertutup tidak tertarik mendengarkan detail penjelasan, kalau di dalam fikirannya produk tertentu itu buruk maka, selama produk itu buruk.

Mau contoh ? boleh dulu saya bekerja di perusahaan produk it yang diproduksi oleh China. Alat nya sih bagus, bahkan sempat nangkring di bca yang menunjukkan kehandalannya. Tapi sekelumit kisah keberhasilannya akan saya ceritakan.

Dalam memasarkan produk ini, team kita terbentur dengan middle management perusahaan perbankan tersebut. Pada saat kita mengenalkan bahwa produk ini buatan china, middle manager di perusahaan perbankan tersebut tersenyum sinis (padahal diantara mereka ada orang chinese juga.. saya juga heran ), tapi manager saya tidak kehabisan akal. Dengan tenang dia menjawab dengan pertanyaan sederhana. "Apakah bapak dan ibu sekalian di sini punya HP?" serta merta mereka mengangguk.

Selanjutnya beliau berkata "Kalau begitu coba buka batery hpnya dan terus lihat buatan mana saja baterai yang anda miliki! " ada yang merek Ericsoon (waktu itu belum gabung dengan Sony), ada yang Nokia, Samsung, Siemen.. dan uniknya semuanya buatan china. Fenomena close minded :)

Pemikiran-pemikiran tertutup seperti inilah yang akhirnya menfilter informasi-informasi berharga di sekitar kita, sehingga kita sering kali ndak mendapatkan produk / jasa terbaik dengan harga yang kompetitif di sekitar kita. Saya sering tersenyum sendiri melihat fenomena ini, dengan tingkat pendidikan yang tinggi, rata-rata s1 dan s2 sangat aneh bila pola fikir seperti ini dipertahankan, apalagi kalau sampai fanatik buta.

Sebagai contoh lain, ada yang mendukung seorang tokoh tertentu karena dianggap seorang wali. Pada saat ditanya apa bukti bahwa dia seorang wali, bagaimana dengan foto wali tersebut dengan seorang wanita ? dengan emosi dia akan menuduh pasal penghinaan ..hehhehe

sebenarnya akhir akhir ini saya suka melakukan test kecil, tapi tipical saya, sambil menyelam minum air. Saya ikut bisnis mlm suplement kesehatan. Test kecil nya seperti ini..
"Apa pendapat anda tentang mlm ?" kalau dia buru buru menutup percakapan, dan sudah bilang tidak mau disuruh join mlm, terbukti dia close minded hehhe.. dan saya sangat suka dengan games ini...

2 komentar:

battle mengatakan...

yang menolak itu justru yang open mind karena sudah tau a sampai z nya.

waveice mengatakan...

Terima kasih mas atas infonya